Relief Cerita Binatang di Borobudur (www.mountainelm.com)

Relief Cerita Binatang di Borobudur (www.mountainelm.com)

Tentu komik yang dimaksud bukan sejenis manga, seperti One Piece atau Naruto. Di candi-candi yang ada di Indonesia banyak ditemukan gambar, seperti komik, yang dinamakan “relief”. Apa sih relief itu? Relief adalah seni arca dua dimensi, seperti lukisan, hanya relief dibuat dengan cara dipahat. Biasanya bahan relief adalah batu atau kayu.

Tapi yang namanya relief itu tidak hanya ditemukan di candi, lho. Cikal bakal ‘relief’, yang termasuk karya seni dua dimensi, sudah dikenal sejak masa prasejarah. Biasanya ‘relief’ dari masa yang lebih tua ini berwujud lukisan gua. Contohnya goresan dinding batu di Pasemah, Sumatera Selatan. Contoh lain dapat kita temukan pada lukisan di gua-gua sulawesi selatan. Lukisan gua ini menggambarkan banyak figur seperti babi hutan ataupun cap tangan.

Ketika masa Hindu-Buddha tiba, karya seni dua dimensi itu pindah tempat ke candi. Ada banyak macam relief yang diketahui. Namun sebagian relief yang ditemukan di candi biasanya menggambarkan kisah-kisah tertentu. Nah yang ini disebut relief naratif.

Bagi yang sudah pernah jalan-jalan ke Candi Prambanan atau Borobudur, mungkin ada yang memperhatikan gambar-gambar di dinding candi. Gambar-gambar itu bukannya tanpa makna. Bahkan ada ceritanya juga. Sama seperti komik, gambar-gambar itu menceritakan kisah. Misalnya kisah Ramayana di Candi Prambanan, cerita seorang Rama yang menyelamatkan istrinya yang diculik raksasa bernama Rahwana.  Atau Lalitavistara, kisah kelahiran sang Buddha, yang bisa ditemukan di Candi Borobudur.

Memang tidak semua relief berisi cerita. Ada relief yang mengandung makna atau simbol kebudayaan. Misalnya relief Kalpataru di Candi Prambanan dan Mendut. Di zaman sekarang, kita mengenal Kalpataru sebagai penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. Padahal sebenarnya Kalpataru adalah salah satu dari lima pohon suci (pancawrksa) yang ada di kahyangan Dewa Indra, raja para dewa. Keempat pohon lainnya adalah Mandara, Parijata, Samntana, Kalpawrksa, dan Haricandana.

Jenis relief lain adalah relief tanpa makna yang fungsinya hanya sebagai hiasan semata, seperti relief ceplok bunga. Tapi bukan berarti tidak penting, lho. Keberadaan relief hias ini justru berperan besar bagi kecantikan candi. Keuntungannya tentu untuk kita. Karena relief-relief ini kita bisa menyaksikan banyak candi yang menawan.

Hmm… Jadi penasaran, kan? Makanya ketika sedang berada di candi, coba amati baik-baik gambarnya. Tanya arti relief itu ke bapak atau ibu pemandu wisata. Atau kalau tidak ada, kalian juga bisa berimajinasi dari gambar itu. Mencoba membuat cerita sendiri dari relief yang ada. (Khairun Nisa)

Contoh Artefak (www.discovershropshire.org.uk)

Contoh Artefak (www.discovershropshire.org.uk)

Dalam game Tomb Raider: The Lost Artifact, Lara Croft diceritakan berpetualang dari Skotlandia hingga ke Perancis untuk mencari lima artefak yang hilang. Konon kelima artefak itu berhubungan dengan kekuatan meteor dari masa lalu.

Hmm… Menarik, ya! Tapi sebenarnya ada yang tahu ngga, artefak itu apa?

Artefak adalah benda-benda yang merupakan peninggalan masa lalu. Namun tidak semuanya bisa disebut artefak. Hal penting yang menjadikan benda peninggalan masa lalu bisa disebut artefak adalah adanya ‘tanda’ bahwa alat itu pada masa lalu digunakan manusia. Jadi ‘tanda’ yang ada pada benda itu sering sekali dinamakan “jejak”, yaitu “jejak buat” dan “jejak pakai”

Misalnya begini, apabila dalam suatu ekskavasi (penggalian arkeologi) ditemukan sebuah batu, maka arkeolog akan melihat apakah ada “jejak buat” atau “jejak pakai” dalam batu itu. Apabila terlihat ada sisi yang ditajamkan, maka terlihat ada “jejak buat” di batu tersebut. Kemungkinan batu itu dibuat untuk dijadikan senjata atau alat untuk memotong sesuatu.

Nah, “jejak pakai” dari batu itu bisa memperlihatkan fungsi atau kegunaan dari temuan itu. Memang untuk dapat mengetahui fungsi dari suatu benda, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Hmm… Mengenai tahapan-tahapan dalam penelitian itu, akan dijelaskan lebih lanjut di blog ini.

Dalam ilmu arkeologi, artefak itu memang sangat penting. Karena apabila tidak ada artefak, maka tidak akan ada yang bisa diteliti. Artefak juga lah yang membedakan arkeologi dengan ilmu lainnya.

Misalnya begini, bagaimana apabila dalam penelitian ditemukan sebuah tulang atau fosil hewan? Maka yang pertama kali dilihat adalah apakah ada “jejak” yang terlihat di tulang itu. Jika ada “jejak pakai” yang menunjukkan tulang itu dijadikan pisau misalnya, maka itu bisa disebut artefak. Tapi apabila tidak, dan hanya tulang atau fosil biasa, maka itu merupakan penelitian yang dilakukan ilmu lain, yaitu disebut Paleontologi. (bayu galih)

Ekskavasi Arkeologi (www.columbia.edu)

Ekskavasi Arkeologi (www.columbia.edu)

Teman-teman pernah main video game Tomb Raider? Atau lihat film-film Indiana Jones? Nah di Tomb Raider dan film-film Indiana Jones, sering sekali kita dengar kata ARKEOLOGI. Lara Croft mencari harta karun di antara reruntuhan kuil, dengan bantuan ilmu arkeologi. Indiana Jones yang sering berpetualang, juga untuk mencari harta karun, merupakan profesor di bidang ilmu arkeologi.

Hmm… harta karun dan petualangan. Dua kata itu memang sering sekali dikaitkan dengan arkeologi, ya, teman-teman. Memangnya, arkeologi itu apa, sih?

Kalau dari asal-usul kata, arkeologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani: archaic dan logos. Archaic artinya benda-benda peninggalan masa lalu, sedangkan logos artinya ilmu. Jadi bisa dibilang arkeologi merupakan ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan masa lalu.

Namun, bukan berarti semua benda masa lalu menjadi obyek yang dipelajari dalam arkeologi, lho. Benda masa lalu yang dipelajari adalah benda yang memiliki nilai bersejarah. Kalau dalam ukuran tahun, berarti lebih dari 50 tahun. Selain itu, benda itu juga harus punya nilai untuk menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu: Misalnya bagaimana cara orang di masa lalu berburu untuk mencari makan, menanam padi, atau berjualan.

Jadi, bukan hanya harta karun benda yang bernilai dalam ilmu arkeologi. Benda-benda sekecil kapak batu misalnya, itu juga penting. Karena kita jadi tahu kalau nenek moyang kita di masa lalu sudah punya keahlian untuk membuat senjata yang digunakan untuk berburu.

Bagaimana teman-teman? Arkeologi menarik, kan? Tetap ikuti blog ini, ya. Karena kami akan terus memperkenalkan kepada teman-teman tentang arkeologi. (bayu galih)

topik